Hukum Aqiqah di bulan Ramadhan

  • Hukum Aqiqah di bulan Ramadhan

Pelaksanaan aqiqah di bulan Ramadhan sangat dianjurkan karena ada banyak keutamaan aqiqah di dalamnya, namun tidak dengan cara yang biasanya dilakukan orang banyak. Jika pada umumnya, aqiqah dilaksanakan dengan meriah, maka sesungguhnya aqiqah harusnya dilaksanakan dengan sederhana.
Adapun ketentuan aqiqah sesuai dengan ajaran Rasul adalah hanya dengan memotong hewan aqiqah dan membagikannya kepada tetangga dan sanak saudara. Berbeda dengan apa yang dilakukan orang-orang kebanyakan di jaman sekarang yang mengadakan aqiqah dengan sangat meriah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, yang artinya, “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya, disembelih darinya pada hari ketujuh, dan dia dicukur, dan diberi nama.” (HR Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan, dan dishahihkan oleh Tirmidzi).
Penyembelihan hewan juga tidak memaksakan untuk disembelih pada hari ketujuh, bisa juga pada hari lain dimana rejeki telah ada untuk menyembelih karena hukum aqiqah dalam Islam adalah sunnah. “Hewan akikah itu disembelih pada hari ketujuh, atau keempat belas, atau kedua puluh satunya.” (HR Baihaqi dan Thabrani). Selain keutamaan bersedekah, kita juga mendapat pahala karena memberi makanan berbuka kepada mereka yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memberi buka puasa pada orang yang berpuasa maka baginya semisal pahala mereka tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka”. (At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Darimi).
Keutamaan sedekah pada bulan Ramadhan lebih besar dibanding sedekah pada hari biasa karena bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dimana setiap ibadah dilipatgandakan pahalanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.
Sumber:( https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-aqiqah-di-bulan-ramadhan)

Hukum Aqiqah Melalui Jasa Aqiqah

  • Hukum Aqiqah Melalui Jasa Aqiqah

Mengaqiqahi  anak melalui jasa pelayanan aqiqah dibolehkan, walaupun ia tak melihat langsung proses penyembelihannya. Ini termasuk bab taukil (mewakilkan), yang menjadi inti adalah niatnya muwakkil (orang yang menyerahkan perwakilan dirinya kepada selainny). Dalam hal ini, point utamanya ada pada niat orang yang mewakilkannya (empunya aqiqah). Sementara niatnya si wakil (orang yang mewakilkan) dalam menyembelih hewan aqiqah pesanan dan “atas nama siapanya” bukan menjadi syarat sahnya aqiqah. Jika seseorang yang menjadi wakil menyembelihnya dengan hanya menyebut nama Allah & tanpa menyebutkan nama orang yang diaqiqahi atasnya, maka sah aqiqah tersebut.
Hal ini diqiyaskan dengan hewan kurban. Karena hukum aqiqah seperti hukum kurban dalam syarat hewannya, apa-apa yang disunnahkan dan dimakruhkan, dalam urusan memakannya, menyedekahkannya dan menghadiahkannya. Sebagaimana jika ada orang yang berkurban mengirimkan sejumlah uang seharga hewan kurban kepada panitia / penyelenggara penyembelihan hewan kurban untuk dibelikan hewan kurban, disembelihkan dan dibagikan dagingnya maka tetap sah korban orang tadi.
Walaupun, tentunya, yang paling utama adalah si empunya gawe menyembelih sendiri hewan aqiqah tersebut atau menyaksikan penyembelihannya. Karena ini bagian dari syi’ar Islam yang agung. Keterlibatannya secara langsung akan lebih menguatkan tertanamnya nilai-nilai hikmah aqiqah dalam dirinya. Namun jika tidak sempat, tidak mengapa mewakilkannya kepada orang lain atau jasa penyedia layanan aqiqah.
Sumber:(http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2013/10/25/27300/hukum-mengaqiqahi-anak-melalui-jasa-layanan-aqiqah/)